Mini Market yang Beroperasi di Palembang Banyak Tak Punya Izin

"mini market"

"Mini Market" yang Beroperasi di Palembang Banyak Tak Punya Izin

Palembang-MONITOR : Dari sekian banyak Toko Modern atau yang disebut Mini Market yang bertebaran di kota Palembang masih
banyak yang belum mengantongi izin. Paling dari sekitar 150 buah toko modern yang ada itu, sekitar separuhnya belum atau tidak memiliki izin Operasi.

Umumnya kebanyakan dari Mini Market tersebut Cuma memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan SITU (Surat Izin Tempat
Usaha) Sementara surat izin operasional sebagai Toko Modern lokal belum banyak yang memiliki. Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya, Syaifudin Azhar mengatakan, mayoritas toko modern lokal di Palembang itu masih banyak yang belum memiliki surat untuk izin operasional. Mereka baru mengantongi SIUP atau SITU saja.

Dari sekitar 75 mini market tersebut sebanyak 35 buah antaranya berada dibawah Indomaret dan sudah mempunyai izin  operasional. Yang memiliki izin tersebut umumnya mini market lokal, ujar Syaifudin. Dikatakan oleh Direktur Perusahaan Daerah Pasar Palembang Jaya itu, bahwa sejak akhir tahun lalu Walikota Palembang sudah mengeluarkan instruksi kepada Perusahaan Daerah Pasar untuk tidak lagi mengeluarkan izin operasional mini market di kota Palembang ini.

Pasalnya mini market yang sudah ada sudah cukup banyak. Sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi pendapatan dari usaha
warung dan toko manisan yang umumnya membka usaha di daerah pemukiman. ‘Pak Walikota sudah menyetop untuk mengeluarkan izin pengoperasian mini market baru. Apalagi  sekarang sudah ada peraturan dari pemerintah pusat tentang aturan pendirian mini market itu, ujar Syaifudin Azhar.

Di kalangan Pemerintahan Kota Palembang sekarang ini sedang dibahas mengenai peraturan Walikota dalam menindak lanjuti tentang peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Perindusterian dan Perdagangan RI yang berisi aturan mengenai pembatasan pendirian toko modern alias mini market termasuk juga mengenai jaraknya. Selain itu menurut Direktur Perusahan Daerah Pasar Palembang Jaya itu, pihaknya tidak lagi mengurusi izin operasional toko modern alias mini market, yang dimana nantinya bakal
diserahkan ke KPPT.

Sementara menurut pihak Dinas Perindusterian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) kota Palembang, mereka hanya melakukan pembinaan terhadap toko modern agar pendirian bangunannya itu tidak berdekatan dengan pasar pasar tradisional. Sehingga tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Bahkan dalam peraturan Walikota nanti juga akan diatur mengenai jarak satu mini market dengan mini market lainnya. Di Jakarta konon kabarnya jarak antara mini market yang satu dengan yang lainnya minimal dua kilometer. HLM

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi & Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s